Senin, 28 Juni 2010

Elemen Tangga dan Fungsinya

Tangga tersusun atas beberapa bagian, seperti ibu tangga, anak tangga, railing, bordes, dan baluster. untuk mendapatkan desain tangga yang aman dan nyaman, diperlukan desain yang tepat dan perlu diperhatikan mengenai bentuk dan ukurannya. Misalnya,tangga untuk bangunan tempat tinggal, tentunya berbeda dengan ukuran tangga untuk bangunan perkantoran.

Tak dapat dipungkiri, tangga merupakan salah satu alat sirkulasi pernghubung antar lantai lain diatasnya. Tak hanya itu, tangga juga bisa berfungsi sebagai pembatas ruang dan juga sebagai elemen interior yang sepertinya wajib juga diperhatikan. Tangga juga terkadang belakangan ini sengaja di ekspos untuk menjadi salah satu elemen dalam interior bangunan dengan model-model yang menarik.



Kembali ke topic judul diatas, elemen tangga terdiri dari:


contoh object Tangga yang di buat dari object ArchiCAD.




Ibu tangga :
merupakan bagian tangga yang berfungsi mengikat anak tangga. Material yang digunakan untuk membuat ibu tangga misalnya antara lain, beton bertulang, kayu, baja, pelat baja, baja profil canal, juga besi.

Kombinasi antara ibu tangga dan anak tangga biasanya untuk bu tangga misalnya, beton bertulang di padukan dengan anak tangga dari bahan papan kayu, bisa juga keduanya dari bahan baja, untuk ibu tangga menggunakan profil kanal untuk menopang anak tangga yang menggunakan pelat baja.



Anak Tangga :
Merupakan elemen dari tangga yang perlu perhatian cukup penting. Karena sering dilalui untuk naik turun pengguna, bahan permukaan anak tangga harus benar-benar aman, nyaman agar terhindar dari kemungkinan kecelakaan seperti terpeleset karna licin atau terlalu sempit.

Anak tangga terdiri dari 2 bagian, yaitu bagian horizontal (pijakan datar) dan vertical (pijakan untuk langkah naik). Ukuran lebar anak tangga untuk hunian berkisar antara 20-33 cm. dan untuk bagian vertical langkah atasnya berkisar antara 15-18 cm. untuk ukuran tangga darurat biasanya bagian vertical mencapai 20 cm.

Ukuran lebar tangga juga penting diperhatikan, untuk panjang atau lebar tangga pada hunian tempat tinggal adalah minimal 90 cm. sedangkan untuk tangga servis biasanya lebih kecil, yaitu 75 cm.



Railing :
Merupakan pegangan dari tangga. Material yang bisa digunakan bermacam jenis nya. Misalnya menggunakan pegangan dari bahan kayu, besi hollow bulat, baja, dll. Terkadang saya juga sering jumpai tangga yang tanpa railing, dan ini penting untuk diperhatikan, misalnya menjaga anak-anak yang ingin menaiki tangga, jangan sampai terjatuh karena tidak ada railingnya.

Ukuran pegangan railing tangga dengan ukuran diameter 3,8 cm merupakan ukuran yang bisa mengakomodasi sebagian besar ukuran tangan manusia.

Untuk kenyamanan pegangan tangga, perlu diperhatikan juga jarak antara railing pegangan tangga dengan jarak tembok, jarak 5 cm saya rasa sudah cukup.



Bordes :

Bordes biasa juga disebut Landing. Merupakan bagian dari tangga sebagai tempat beristirahat menuju arah tangga berikutnya. Bordes juga berfungsi sebagai pengubah arah tangga. Umumnya, keberadaan bordes setelah anak tangga ke 15.

Kenyamanan bordes juga perlu diperhatikan, untuk lebarnya harus diusahakan sama dengan lebar tangga.



Baluster :
Merupakan penyangga pegangan tangga, biasanya bentuknya mengarah vertical. Material baluster bisa terbuat dari kayu, besi, beton, juga baja. Terkadang juga saya pernah melihat material baluster menggunakan kaca.

Untuk keamanan dan kenyamanan pengguna tangga, usahakan jarak antar baluster tidak terlalu jauh, terutama untuk keamanan anak kecil.

Untuk ukuran ketinggian baluster, standarnya kurang lebih antara 90-100 cm.






Semoga artikel mengenai Tangga ini bermanfaat bagi teman-teman blogger, juga teman-teman Arsitektur.




salam hangat,

yudha

Reaksi:

18 komentar:

penjelasan yang sangat berguna kawan

@radja bontang:
sama-sama sobat.. thanks sudah mampir lagi dan komen.. :-)

Wah ngomongin tangga ya Sob.....mantabz,....aku malah baru tau ada elemen2 Dan Fungsinya hhe........

@Ferdinand:
hehe.. iya sob. tangga juga merupakan bagian yang penting didalam suatu hunian tempat tinggal.. thanks juga sobat.

wah informasi yang detail & lengkap sahabat, selama ini hayan mengenal tangga dari kayu/bambu saja sob.

@BRI Jakarta Veteran:
wah saya senang nih sahabat selalu berkunjung ke blog saya ini. tahanks ya.

iya benar, material untuk tangga tak hanya kayu/bambu saja, bisa juga dari beton, baja, atau kayu. semuanya itu bisa dipadukan.

misalnya, ibu tangga menggunakan beton bertulang, sedangkan anak tangganya menggunakan papan kayu atau plat baja.

assalamualaikum....
berkunjung....

@ratih:
waalaikum salam.. thanks sudah berkunjung..

baru ngerti nih sob tentang seluk beluk tangga. detail impohnya

@Pakis SM:
sama-sama sobat, thanks ya sudah mampir di Blog sederhana saya ini :-)

ada pengalaman menarik membuat tangga dari teman,
tangga yang dibuat itu pada bagian bawahnya berundak2 sama seperti pada bagian atasnya, sehingga tampak sangat berbeda dengan tangga pada umumnya yang berundak pada bagian atas dan lurus pada bagian bawah... karena tuntutan gambar arsitek.

setelah dibangun dengan ukuran besi yang juga lebih besar dari umumnya dan setelah bekisting dicabut... akhirnya tangga mencari bentuk seharusnya yaitu lurus atas bawah!!!

itu terjadi karena tidak ada batang tarik. bentuk yang berundak2 pada permukaan atas dan bawah akan tidak memiliki (kurang) untuk menahan tarik, kecuali dibuat tebal.

Nuhun kang, abdi nembe terang aya ibu tangga, terangna teh mung anak tangga....

Rumah yang saya beli anak tangganya ukuran vertikal nya terlalu tinggi sehingga tidak nyaman saat menaiki tangga. Apakah memungkinkan bila mau memperbaiki tanpa harus merobohkan tangga? Jika memungkinkan bagaimana caranya? Mohon info nya. Terimakasih sebelum nya

Artikel yang menarik..
Makasih infonya..
Salam...:)

Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan
Universitas Islam Indonesia
http://fcep.uii.ac.id/

Thenks yah bro..
artikel anda sungguh sangat bermanfaat buat saya.

ulasan yang mantap nih
detailnya komplit gan :)

terima kasih referensi mengenai eleman tangga ini